Dataran Tinggi sebagai Tempat Penyimpanan Benih Jahe yang Murah dan Efisien

Inovasi Rempah Inovasi Teknologi

INFO TEKNOLOGI – Jahe merupakan salah satu tanaman potensial dalam pengembangan agribisnis tanaman obat unggulan, karena jahe merupakan tanaman obat asli Indonesia dengan klaim khasiat paling banyak. Lebih dari 40 produk obat tradisional menggunakan jahe sebagai bahan baku, sehingga jahe merupakan salah satu tanaman obat yang dibutuhkan dalam jumlah besar untuk industri obat tradisional.

Untuk memenuhi kebutuhan  tersebut diantaranya  diperlukan varietas unggul baru yang berproduksi tinggi, toleran terhadap organisme penganggu tanaman (OPT), serta mempunyai kualitas yang memenuhi standard nasional Indonesia (SNI). Keberadaan plasma nutfah jahe sangat penting sebagai bahan perakitan varietas unggul yang mempunyai penampilan fisik dan fisiologis yang prima.

Untuk mempertahankan plasma nutfah jahe diantaranya dilakukan dengan  menyimpan benih jahe di dataran tinggi (1.400 m dpl). Hasil pengamatan menunjukkan setelah 12 bulan disimpan, benih jahe masih baik, segar, walaupun sebagian besar telah bertunas, namun setelah ditanam di lapang masih mampu tumbuh dan menghasilkan rimpang.

Berdasarkan informasi tersebut dataran tinggi dapat disarankan sebagai tempat penyimpanan benih jahe yang murah dan efisien. Untuk menghambat pertunasan, kelembapan ruang penyimpanan harus diturunkan dengan menaruh karung goni atau kantong kain yang  berisi kapur tohor.

Gambar. Penyimpanan, pertumbuhan dan rimpang benih jahe: a) rak kayu penyimpanan rimpang benih jahe, a1) pertumbuhan tanaman benih JPB, yang disimpan  selama 12 bulan, a2) hasil panen dari benih JPB, yang disimpan  selama 12 bulan, a3) pertumbuhan tanaman benih JPK, yang disimpan  selama 12 bulan dan a4). hasil panen dari benih JPK yang disimpan  selama 12 bulan

Selengkapnya klik di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *