Menuju Produsen Kakao Nomor Satu di Dunia

BERITA PERKEBUNAN – Konsiliasi populasi akan menjadikan populasi tanaman menjadi 1.100 tanaman dengan jarak tanaman 3 x 3 m, akan meningkatkan produksi sampai 83,33% dan penggunaan lahan di bawah tanaman karet sebanyak 1.778.846 ha akan meningkatkan luas areal kakao menjadi 3.553.366,1 ha, dengan produktivitas meningkat menjadi 1.320 kg/ha/tahun dan 80% merupakan tanaman menghasilkan, maka produksi […]

Continue Reading

Tingkat Klorofil Daun Kakao Lindak pada Fase Perkembangan yang Berbeda

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman kakao lindak umum dibudidayakan oleh perkebunan rakyat/petani mapun wasta di Indonesia, sedangkan kakao mulia atau Criollo sampai saat ini masih terbatas diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar negara. Kedua jenis ini memiliki karakteristik mofrologi dan kualitas biji yang berbeda. Daun kakao dalam perkembangannya mengalami perubahan warna daun yang berbeda-beda. Hasil yang diperoleh […]

Continue Reading

Regenerasi Klon Kakao Mulia Melalui Embriogenesis Somatik

INFO PERKEBUNAN – Secara umum, kakao sebagai komoditas perdagangan dunia dibagi menjadi dua kategori, yakni kakao mulia (fine cocoa) dan kakao lindak/curah (bulk cocoa). Kakao mulia merupakan produk spesialty yang memiliki kualitas rasa dan aroma tinggi. Oleh karena itu, tak heran jika harganya hampir 3 kali lipat lebih tinggi daripada lindak. Meski demikian, pengembangan kakao […]

Continue Reading

Gerakan Nasional (GERNAS) Kakao Antara Harapan dan Kenyataan

INFO PERKEBUNAN – Hasil kajian PSEKP menunjukkan bahwa sebagian besar pe-tani kurang memahami program Gernas Kakao, khusunya terkait dengan teknologi SE, sambung samping dan sambung pucuk, sehingga banyak yang gagal dalam peremajaan tersebut. Pemerintah pusat harus mendorong pemerintah daerah untuk memobilisasi tenaga-tenaga penyuluh setempat untuk mening-katkan interaksi dengan petani dalam mengawal dan men-dampingi pelaksanaan Gernas […]

Continue Reading

Ephestia Cautella, Musuh Biji Kakao dalam Simpanan

BERITA PERKEBUNAN – Kakao merupakan komoditas yang memerlukan proses yang cukup panjang sebelum dapat dinikmati. Biasanya, kakao yang dipanen dari lapangan kemudian mengalami proses pengeringan dan fermetasi. Sebelum diolah, kakao disimpan beberapa waktu di dalam ruangan penyimpanan dalam bentuk biji kering. Salah satu serangga yang diketahui merusak biji kakao dalam simpanan adalah Ephestia cautella. Serangga […]

Continue Reading

Ekstrak Daun Muda Gamal (Glyricidia maculata) Pengendali Layu Pentil Buah Kakao

BERITA PERKEBUNAN – Tanaman Glyricidia sebagainaungan tanaman kakao, harus dipangkas secara rutin (2-3 kali/tahun). Hasi pangkasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber horon tubuh yaitu dibuat ekstrak daun mudanya. Daun tuanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman kakao. Layu pentil buah kakao dapat dikendalikan dengan memanfaatkan limbah pangkasan daun pelindung (Glyricidia) yang dibuat ekstrak cair. […]

Continue Reading

Teknologi Fermentasi Biji Kakao Kering

INFOTEK PERKEBUNAN – Salah satu permasalahan kakao Indonesia sampai saat ini adalah mutu yang masih rendah, terutama disebabkan oleh penanganan pascapanen yang belum dilakukan dengan baik dan benar, seperti biji kakao tidak difermentasi atau proses fermentasi yang kurang baik. Kondisi seperti ini menyebabkan biji kakao yang diekspor sebagian besar merupakan biji kakao yang tidak difermentasi […]

Continue Reading

Penyakit Jamur Upas (Upasia salmonicolor) pada Tanaman Kakao

BERITA PERKEBUNAN – Jamur upas atau yang sering disebut sebagai pink disease merupakan penyakit yang ditemukan hampir di seluruh negara penghasil kakao. Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas pathogen dari kelompok jamur basidiomycetes yaitu Upasia Salmonicolor pada tanaman. Patogen ini bersifat polifag yaitu memiliki beberapa inang antara lain, kopi, kakao, karet, teh, kina dan beberapa tanaman […]

Continue Reading

Inovasi Teknologi Balitbangtan “Induksi Pembuahan Kakao di Luar Musim” Terbukti Membuahkan Hasil

BERITA PERKEBUNAN – Perhelatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39 yang dilaksanakan tanggal 2-5 November 2019 yang lalu menyisakan berita yang menggembirakan. Pasalnya, inovasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian terkait dengan pengelolaan pertanaman kakao, saat ini membuahkan hasil. Produktivitas kakao meningkat sangat signifikan. Petani sangat senang dan berterimakasih atas teknologi Balitbangtan […]

Continue Reading

Perbanyakan Kakao melalui Embrio Somatik vs Konvensional: Kelebihan dan Keterbatasan

INFOTEK PERKEBUNAN – Terdapat beberapa kelebihan, sekaligus kekurangan embrio somatik (SE) dibandingkan metode perbanyakan vegetatif secara konvensional pada kakao. Kelebihan pertama dari SE kakao adalah benih yang dihasilkan akan bebas dari penyakit penting seperti VSD. Dengan menggunakan benih yang berasal dari SE, ,maka penyebaran penyakit penting tersebut ke tepat-tempat baru atau areal pengembangan kakao yang […]

Continue Reading