Perbanyakan Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Menggunakan Media Dasar Alternatif Secara In Vitro

INFO PERKEBUNAN – Benih sangat menentukan dalam keberhasilan usahatani nilam. Perbanyakan benih secara konvensional vegetatif sangat mudah menularkan penyakit dan membutuhkan waktu yang relatif lama, seperti benih nilam yang diperbanyak selama ini dengan setek. Cara ini memiliki kendala, yang diharapkan dapat diatasi dengan teknik kultur jaringan. Media merupakan faktor utama dalam perbanyakan kultur jaringan. Perbanyakan dan […]

Continue Reading

Teknik Perbanyakan Tanaman Nilam Secara Kultur Jaringan

BERITA PERKEBUNAN – Di Indonesia, aplikasi kultur melalui kultur jaringan telah dilakukan sejak tahun 1980 yang difokuskan untuk perbanyakan tanaman. Salah satu tanaman yang dapat diperbanyak secara kultur jaringan adalah nilam. Perbanyakan tanaman nilam dapat dilakukan dengan teknik kultur jaringan. Teknik ini sangat menjanjikan dalam perbanyakan tanaman, sehingga dapat memproduksi benih secara massal seragam dan […]

Continue Reading

Pengelolaan Nitrogen pada Budidaya Nilam Berkelanjutan

BERITA PERKEBUNAN – Nilam (Pogostemon cablin Benth.) salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak nilam. Tanaman nilam responsif terhadap pemupukan terutama Nitrogen. N yang terkandung dalam daun sebesar 5,58%. Urea merupakan sumber pupuk N yang umum diberikan untuk meningkatkan hasil pertanian.

Continue Reading

Skrining Ketahanan Somaklon Nilam terhadap Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum)

BERITA PERKEBUNAN – Layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman nilam. Perakitan varietas nilam tahan terhadap penyakit tersebut yang dilakukan melalui induksi keragaman somaklonal telah menghasilkan beberapa somaklon yang tahan terhadap R. solanacearum secara in-vitro.

Continue Reading

Prospek penggunaan bakteri endofit untuk pengendalian nematoda Pratylenchus brachyurus pada tanaman nilam

BERITA PERKEBUNAN – Pratylenchus brachyurus merupakan nematoda utama pada tanaman nilam yang menyebakan kerugian baik kualitas maupun kuantitas. Pengendalian menggunakan bakteri endofit merupakan suatu teknik pengendalian nematoda P. brachyurus yang ramah lingkungan. Bakteri endofit dapat diisolasi dari semua bagian tanaman terutama bagian akar.

Continue Reading

Penggunaan Var. Unggul Nilam Sidikalang di Kab. Tanah Laut Kalsel

WARTA PERKEBUNAN – Penggunaan varietas unggul untuk penanaman nilam organik sangat baik dilakukan hal ini terbukti bahwa Varietas Sidikalang menghasilkan produksi terna, kadar minyak atsiri dan kadar patchouli alkohol yang tinggi. Selain itu itu juga sangat efisien dalam penggunaan pupuk dan responsif terhadap pupuk organik.

Continue Reading

Manajemen Pemupukan Nilam dalam Upaya Pertanian Berkelanjutan

BERITA PERKEBUNAN – Nilam (Pogostemon cablin Benth) tumbuh dan berproduksi baik pada tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Jenis tanah yang baik adalah regosol, latosol, dan aluvial. Tekstur tanahnya liat berpasir atau liat berdebu dan mempunyai daya resapan yang baik dan tidak tergenang air pada musim hujan. Untuk menghasilkan daun nilam dengan […]

Continue Reading

Status Penelitian dan Upaya Peningkatan Kadar Patchouli Alkohol pada Minyak Nilam

BERITA PERKEBUNAN – Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan tanaman penghasil minyak yang dikenal dengan patchouli oil. Minyak nilai merupakan salah satu bahan alami yang memiliki peranan sangat penting dalam industri kosmetik dan parfum. Patchoulol (patchouli alcohol/PA) merupakan senyawa terpenting yang memberikan aroma dan sering digunakan sebagai indikator terhadap mutu minyak nilam.

Continue Reading

Produktivitas Nilam Nasional Semakin Menurun

WARTA PERKEBUNAN – Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman atsiri termasuk famili Labiateae. Minyak nilam banyak digunakan sebagai bahan fiksatif dalam pembuatan parfum, sabun dan kosmetik. Tingkat produktivitas tanaman nilam dari tahun ke tahun terus menurun. Tingkat produktivitas di bawah 150 kg minyak/ha mencapai luasan 45% total areal pertanaman nilam di Indonesia. 

Continue Reading