Teknologi Penyambungan (Grafting) Mendukung Pengembangan, Peremajaan dan Rehabilitasi Pertanaman Jambu Mete

INFO PERKEBUNAN – Awalnya penanaman jambu mete bertujuan untuk konservasi lahan marjinal. Jarak tanam rapat (3 m x 3 m) agar tajuk dapat secepat mungkin menutup permukaan tanah untuk mencegah erosi permukaan tanah saat hujan dan daun jambu mete yang gugur akan menambah bahan organik tanah. Oleh sebab itu aspek produktivitas tanaman belum menjadi perhatian. Seiring […]

Continue Reading

Penyaluran Benih oleh Balittro Tahun 2018

BERITA PERKEBUNAN – Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) melalui pendanaan APBNP telah memproduksi benih lada, cengkeh, kayumanis, pala dan jambu mete pada tahun 2017 dan 2018, yang dibagikan secara gratis. Benih tersebut diproduksi di beberapa Kebun Percobaan (KP) lingkup Balittro yaitu : KP. Cimanggu, KP. Cibinong, KP. Cicurug, KP. Sukamulya, KP. Cikampek, KP. Laing […]

Continue Reading

Pengelolaan Kebun Induk Jambu Mete di Kabupaten Muna Dalam Pola Tumpangsari Dengan Nenas

BERITA PERKEBUNAN – Sumber Benih jambu mete varietas Muna adalah Blok Penghasil Tinggi (BPT)/Pohon Induk Terpilih (PIT) yang berumur relatif tua. Kebun induk yang bersumber dari benih asal grafting dengan batang atas dan batang bawah dari populasi yg sama telah dibangun oleh Dinas Pertanian Kabupaten Muna di Kecamatan Parigi Sulawesi Tenggara seluas 5 hektar. Tanaman […]

Continue Reading

Forum Komunikasi Jambu Mete Nasional II

BOGOR, PERKEBUNAN – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Muhammad Syakir membuka secara resmi Forum Komunikasi Jambu Mete Nasional II di Auditorium Balittro, Cimanggu, Bogor. Forum komunikasi ini bertujuan mendiskusikan bersama terkait strategi kebijakan dan operasional pengembangan agribisnis jambu mete.

Continue Reading

Transportasi Air dan Pertumbuhan Jambu Mente (Anacardium occidentale L.) pada Berbagai Hambatan Mekanik Tanah

BERITA PERKEBUNAN – Kemampuan  adaptasi  terhadap  hambatan  mekanik  tanah  diperkirakan  membantu  pengembangan  jambu  mente  di  wilayah  berlahan kering, mengingat kondisi wilayah tersebut sering diperparah oleh masalah hambatan mekanik tanah. Respon transportasi air tanaman dan pertumbuhan terhadap hambatan mekanik tanah dievaluasi pada dua aksesi jambu mente.

Continue Reading

Penggunaan Beberapa Jenis Eksplan pada Percobaan Induksi Kalus Embriogenik Jambu Mete

INFO PERKEBUNAN – Perbanyakan jambu mete secara vegetatif umumnya dengan grafting. Teknik konvensional ini memiliki keterbatasan pada jumlah bibit yang dihasilkan. Perbanyakan secara vegetatif lainnya diarahkan untuk dilakukan melalui kultur in vitro. Melalui kultur jaringan diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah bibit yang dihasilkan dengan keunggulan yang sama dengan induknya secara genetik, sehat, dan seragam.

Continue Reading

Beberapa Karakter Fisiologi Tanaman Jambu Mete Hasil Sambung

WARTA PERKEBUNAN – Produktivitas jambu mete (Anacardium occidentale) masih rendah, hal ini selain disebabkan oleh budidayanya yang sederhana juga karena penggunaan bahan tanaman yang belum teruji keunggulannya. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbanyakan tanaman secara vegetatif melalui sambungan (grafting), agar dapat menghasilkan kualitas tanaman seperti induknya.

Continue Reading

Inovasi teknologi untuk meningkatkan keberhasilan sambung pucuk pada tanaman jambu mete

WARTA PERKEBUNAN – Penggunaan benih asalan diketahui menjadi salah satu sebab rendahnya produktivitas tanaman jambu mete di Indonesia. Penyediaan benih unggul bermutu pada tanaman jambu mete dapat dilakukan dengan teknik sambung (grafting).  Sebagai batang bawah dapat digunakan aksesi lokal yang telah terseleksi di daerah pengembangan, sedangkan sebagai batang atas digunakan entres dari  varietas unggul yang […]

Continue Reading