Cara Perbanyakan Kakao di Gunung Kidul

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan cukup penting dalam perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Salah satu daerah yang sedang mengembangkan kakao adalah Kabupaten Gunung Kidul. Luas areal tanaman kakao di Gunung Kidul mencapai 1.116,7 ha dengan produksi rata-rata 0,75 ton/ha dengan melibatkan 8.752 kepala keluarga (KK) tani.

Benih kakao di Gunung Kidul berasal dari Medan, Sumatera Utara dan Jember, Jawa Timur yang ditanam pertama kali pada tahun 1988. Benih tersebut adalah hibrida hasil persilangan antara Forastero (bulk cocoa atau kakao lindak) dengan Criolo (fine cocoa atau kakao mulia). Dari berbagai jenis yang ditanam terdapat dua jenis yang tergolong unggul karena tahan Helopeltis dan busuk buah. Selain itu mutu kakaonya tergolong baik, hal ini diperkirakan karena adanya pengaruh faktor lingkungan tumbuh, yaitu kadar kapur tinggi.

Sumber benih kakao  di Kabupaten Gunung Kidul salah satunya terdapat di Dusun Plumbungan, Desa Putat Kecamatan Patuk. Lokasinya mudah dicari karena di desa itu juga terdapat pembuatan kerajinan topeng yang terkenal. Pembibitan kakao dikoordinir oleh Kelompok Tani Ngudi Subur yang diketuai Slamet Raharjo. Selain pembibitan kakao di lokasi tersebut juga  terdapat sarana untuk pelatihan  perbanyakan bahan tanam sampai ke pengolahan hasilnya. Daerah yang sedang mengembangkan kakao dalam skala besar seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara pernah mengirim petaninya untuk belajar tentang perbanyakan dan pengolahan kakao.

Informasi selengkapnya Klik Disini

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegara (BALITTRI)

Info terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *