Cara pembuatan sarang semut untuk pengendalian hama kakao Helopeltis

Artikel Kakao Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan serangga predator yang potensial bagi pengendalian hama penghisap buah dan pucuk Helopeltis spp. pada tanaman kakao. Dari beberapa pustaka diketahui kerugian akibat serangan Helopeltis spp. di Indonesia berkisar antara 30 – 60%. Pengamatan pada pertanaman kakao yang tidak ada semut hitam, populasi stadia nympha dan imago Helopeltis spp. 3,8 dan 22,2 kali lebih tinggi dibanding pertanaman dengan populasi semut hitam yang banyak.

Pengendalian Hama secara Terpadu (PHT) lebih mengutamakan pemanfaatan agensia hayati. Perlu dijaga keberadaan populasi serangga predator semut hitam dengan membuat media sarang. Media sarang terdiri dari banyak jenis daun-daun kering. Dedaunan kering ini secara keseluruhan dalam bahasa lokal dikenal dengan sebutan ‘’karisiak’’, sedangkan istilah untuk bahasa Indonesia tidak ada.

Selengkapnya Download artikel : perkebunan_warta_15(3)2009.pdf {1204 KB}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *