Bimtek Penanganan Pascapanen Kopi di Cianjur, Jawa Barat

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI), Badan Litbang Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Pasca Panen kopi di Desa Sukadana, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (30/7/15). Kegiatan Bimtek ini diharapkan dapat meningkatkan mutu dan nilai tambah kopi di Sukadana, Cianjur.

Potensi perkebunan kopi di Cianjur cukup prospektif. Salah satu wilayah pengembangan kopi dan termasuk wilayah indikasi geografis kopi arabika java preanger adalah desa Sukadana, Kec. Campaka, Kab. Cianjur. Desa Sukadana merupakan wilayah dataran tinggi dan termasuk daerah dengan suhu dingin dengan ketinggian ± 1.000 m dpl. Desa Sukadana terletak di sebelah selatan dalam peta pemerintahan Kabupaten Cianjur dan terletak di Kecamatan Campaka. Desa Sukadana memiliki luas wilayah 1.313,030 Ha.

Tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Sukadana selain teh adalah kopi. Sejak empat tahun yang lalu tanaman kopi robusta yang banyak ditanam di desa ini sudah mulai dikonversi dengan kopi arabika. Kopi arabika yang dikembangkan adalah varietas S 795, Sigarar Utang dan Andungsari.

Kopi arabika ini ditanam diantara tanaman teh dan buah jeruk, sehingga menghasilkan citarasa yang cukup unik yaitu fruity dengan aroma khas jeruk. Sampai saat ini petani Sukadana masih menjual kopi hasil perkebunan mereka dalam bentuk gelondong basah (buah kopi merah) dengan harga Rp. 5.000,- – Rp. 6.000,- per kilogram untuk kopi arabika dan Rp. 2.000,- – Rp. 2.500,- per kilogram untuk kopi robusta.

Sebagai tindaklanjut dari kegiatan Bimtek ini, Dishutbun Cianjur berencana memberikan bantuan paket alat dan mesin pengolahan buah kopi, sehingga diharapkan petani kopi Sukadana yang tergabung dalam kelompok tani Suka Tani Mandiri bisa mengolah buah kopi menjadi biji kopi beras ataupun bubuk kopi khas Sukadana.

Pengolahan buah kopi menjadi biji kopi beras akan memberikan nilai tambah dimana harga biji kopi beras robusta berkisar antara Rp. 18.000,- – Rp. 25.000,- per kilogram dan kopi arabika antara Rp. 30.000,- – Rp. 60.000,- tergantung grade mutu yang dihasilkan setelah proses pengolahan.

Bimbingan Teknis Pascapanen Kopi Di Cianjur.                                  Desa Sukadana, Kec. Campaka, Kab. Cianjur.

 

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *