Bimtek Formulasi dan Pemanfaatan Jamu Ternak

Aktifitas Puslitbangbun

YOGYAKARTA, PERKEBUNAN – Bimbingan teknis dilakukan di Shelter Penampungan Gondang Dua, Wukirsari, Cangkringan. Pelatihan dihadiri 75 partisipan terdiri dari penduduk dusun setempat,  mahasiswa(i) UGM yang sedang KKN di desa setempat dan 3 orang peserta yang pernah mengikuti bimbingan teknis serupa yang pernah dilakukan pada tanggal 2-3 April 2011 di Dusun Sabrangwetan. Bimbingan teknis juga dihadiri seorang peneliti BPTP Jogyakarta, Ir. Sardjono MS.

Kegiatan diawali dengan melakukan evaluasi manfaat bimbingan teknis yang telah dilakukan di dusun Sabrangwetan, Wukirsari, Jogyakarta. Diperoleh informasi bahwa manfaat jamu ternak secara perlahan sudah mulai dirasakan petani.

Bobot ternak ayam pedaging yang biasanya maksimal hanya mencapai 800-900 gr/ekor kini dapat rata-rata dapat mencapai 1000 gr/ ekor bahkan ada yang mencapai 1200gr/ekor dalam kurun waktu 2 bulan pemakaian jamu ternak.

Dengan demikian pemberian jamu ternak dapat meningkatkan bobot ayam sebesar 100-200 gr/ekor. Apabila harga daging ayam saat ini adalah sekitar Rp. 28.000/kg, maka peningkatan pendapatan petani setara dengan ± Rp. 2.800-5.600/ekor.

Selanjutnya diperoleh informasi bahwa pestisida nabati telah coba diproduksi oleh petani dan digunakan mengendalikan hama pada tanaman cabai dimana terbukti efektif membunuh aphids dan tungau yang menyerang tanaman. Namun demikian aplikasi pestisida nabati masih belum berhasil memperbaiki pertumbuhan tanaman karena daun-daun tanaman bekas terserang masih tetap keriting sehingga diprediksi dapat menurunkan produksi tanaman.

Setelah dilakukan evaluasi diketahui bahwa formula pestisida nabati tersebuti masih belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang telah disampaikan dalam bimbingan teknis. Untuk itu beberapa saran penyempurnaannya telah disampaikan untuk perbaikannya, diantaranya dengan menambahkan sabun, sedikit minyak tanah/solar, tetes tebu/ molase/gula ke dalam formula.
Selama bimbingan teknis berlangsung petani mengikuti acara dengan penuh antusias.

Berbagai pertanyaan terkait cara mencegah dan menyembuhkan penyakit ternak seperti penyakit kulit (kudis, koreng, dan luka basah), kembung, dan kurang nafsu makan mengemuka di dalam termin tanya jawab. Untuk menjawab berbagai masalah teknis, mahasiswa KKN telah berpartisipasi aktif memberikan berbagai masukan yang sangat bermanfaat.

Secara umum disampaikan bahwa pada prinsipnya untuk menjaga kesehatan ternak, petani harus mengutamakan kebersihan kandang. Untuk itu kandang sebaiknya dibersihkan setiap hari kemudian kotoran dikumpulkan di tempat terbuka dan dijemur sehingga berbagai bibit penyakit mati terkena paparan sinar matahari.

Untuk mengobati penyakit kulit disarankan digunakan salep 88, salep kulit berbahan aktif senyawa belerang yang biasa dipergunakan untuk mengobati penyakit kulit pada manusia. Diinformasikan pula bahwa pemanfaatan jamu ternak dapat mengurangi bau kotoran hewan, mengusir lalat di sekitar kandang yang dapat menjadi vector penyakit kulit dan mampu meningkatkan nafsu makan sehingga bobot badan serta produksi susu dan daging akan mengingkat.

Beberapa permaslahan yang mengemuka selama bimbingan teknis formulasi dan pemanfaatan pestisida nabati adalah bagaimana cara mengendalikan hama penggerek batang dan buah kopi, penyakit yang menyebabkan kematian mendadak pada tanaman pisang, penyakit puru pada batang tanaman albasia, serta serangan hama dan penyakit pada daun dan buah tanaman cabai.

Selanjutnya secara khusus petani sangat mengharapkan tindak lanjut dari bimbingan teknis ini berupa bantuan berbagai benih/ bibit tanaman obat yang dapat ditanam sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif pestisida nabati dan jamu ternak.

Dalam kesempatan ini, mahasiswi UGM Jurusan Farmasi menawarkan Harapan ini disampaikan mengingat kedua formula tersebut betul-betul dapat dirasakan manfaatnya seperti apa yang telah terungkap dalam evaluasi terhadap bimbingan teknis yang telah dilakukan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *