Bersatu Membangun Kekuatan Mengembalikan Kejayaan Kelapa Indonesia

Aktifitas Puslitbangbun Artikel Kelapa Berita Perkebunan Highlight

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Temu nasional Bupati pemerhati kelapa yang digagas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo bekerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Seluruh Indonesia (APKASI) telah dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo pada 26-27 November 2017. Pada kegiatan ini, para Kepala Daerah penghasil kelapa bersama dengan pengusaha dan pemerhati kelapa, organisasi kelapa international, serta perguruan tinggi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) membahas berbagai strategi yang akan dikembangkan guna mengembalikan “Kejayaan Kelapa di Indonesia“. Tiga kegiatan utama dilakukan selama tiga hari yakni temu bisnis, diskusi ilmiah dan pameran.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan di bumi perkemahan Desa Bongohulawa, Kec. Limboto, Kab. Gorontalo, dan dihadiri oleh 16 bupati penghasil kelapa, Wakil Gubernur Prop. Gorontalo, Ketua HKTI yang adalah mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, Executive Director Asian and Pacific coconut community (APCC), pengusaha kelapa se Indonesia, staf khusus kepresidenan, Abednego Tarigan, Dirjenbun, Dirjen Perdagangan dan industri, dan petani kelapa di Kab. Gorontalo.

Bupati Gorontalo (Prof. Dr. Nelson Pomalingo) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo mulai tahun ini menganggarkan dana sebesar 1 Milyar rupiah untuk mendukung program perbenihan kelapa sebagai salah satu komoditas unggulan daerah ini. Bupati yang akrab dengan masyarakat ini telah memprakarsai pembentukan koalisi pemerintah daerah penghasil kelapa yang terdiri dari 95 kepala daerah.

Gubernur Gorontalo yang diwakili oleh Wkl. Gubernur, dalam sambutan pembukaan menghendaki agar petani kelapa Hidup sejahtera.

Sementara itu dalam sambutannya Dr. Moeldoko menyampaikan beberapa hal, antara lain: (1) Membangun optimisme dalam pengembangan kelapa. (2) Manfaat kesehatan kelapa termasuk air kelapa yang diminumnya setiap hari telah membuatnya tetap awet muda.  (3) Program pengembangan kelapa perlu diselaraskan dengan komoditas strategis lainnya a.l. Hortikultura dan ternak. (4) Pemetaan keunggulan daerah dan klasterisasi industri untuk sustainability industri kelapa sehingga harga dan inflasi terjaga baik. (5) HKTI menjadi bridging institution terhadap pengusaha, pemerhati dan petani. Semoga persoalan Teknologi, management, dan pasca Panen (loss 10%) bisa diatasi.

Program Peremajaan kelapa menjadi sorotan staf khusus kepresidenan. Program Perbenihan yang dicanangkan Kementerian Pertanian diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi kelapa.

Pada acara tersebut telah dilakukan Penandatanganan MoU penelitian dan pengembangan kelapa dan komoditas lainnya antara Kabupaten Gorontalo dan Balitbangtan yang diwakili oleh Kepala Balit Palma Manado, Dr. Ismail Maskromo dan disaksikan oleh Kepala Bidang KSPHP Puslitbangbun, Ir. Jelfina C. Alouw, MSc., Ph.D. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi model bagi kabupaten lainnya dalam mengembangkan kelapa berbasis inovasi teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *