Bersama PERAGI, BALITBANGTAN turut Mengakselerasi Smart Farming Era Industri 4.0

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

BOGOR, PERKEBUNAN – Peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dengan efisiensi tinggi, sehingga bisa menekan biaya produksi merupakan harapan petani Indonesia. Precision farming merupakan salah satu program yang bisa menjawab kebutuhan tersebut. Kementerian Pertanian telah mencanangkan program tersebut untuk menjadi fokus di era industri 4.0. Hasil-hasil penelitian terkait yang dilaksanakan baik oleh peneliti di KEMENTAN maupun Kemenristek DIKTI, dipaparkan di dalam seminar nasional yang digagas oleh Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI), pada Selasa 24 September 2019 di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta. Seminar Nasional PERAGI pada tahun 2019 mengangkat tema “Akselerasi Smart Farming Era Industri 4.0”.

Seminar dihadiri dan dibuka dengan resmi oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P. Dalam sambutannya Menteri Pertanian menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan semnas PERAGI dan berterima kasih atas kontribusi PERAGI dalam pembangunan pertanian di Indonesia melalui teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Banyak capaian spektakuler yang diraih KEMENTAN selama kurun waktu 5 tahun terakhir yang ditandai dengan peningkatan volume dan nilai ekspor dari tahun ke tahun serta peningkatan PDB. Indonesia masuk 5 besar negara pengekspor terbesar di dunia. Mentan menantang PERAGI untuk berpikir out of the box, menghasilkan inovasi yang belum dihasilkan sebelumnya. Tantangan tersebut disambut dengan positif oleh Ketua Umum (KETUM) PERAGI baru yang terpilih untuk kedua kalinya, Prof. Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS, dan seluruh anggota PERAGI.

Seminar nasional diikuti lebih dari 400 peserta dari berbagai universitas di Indonesia, UK dan UPT lingkup Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian. Turut hadir Menteri Pertanian periode 1993-1997 Prof. Dr. Sjarifuddin Baharsjah, dan Menteri Pertanian periode 1998-1999 Prof. Dr. Justika S. Baharsjah serta mantan KETUM PERAGI Ir. Achmad Manggabarani, MM.

KETUM PERAGI Prof. Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS., menyampaikan bahwa perkembangan yang sangat pesat di bidang teknologi digital, telah mengkondisikan dunia untuk memasuki era industri 4.0. Precision farming berbasis digital/internet telah diaplikasi pada beberapa industri namun masih kurang pada level petani. Teknik budidaya pertanian dengan presisi tinggi mengkondisikan budidaya pertanian dijalankan sesuai kebutuhan tanaman secara cepat dan tepat dan menghindari pemborosan yang tidak perlu. Selanjutnya Ketua panitia, Ir. Syafaruddin, PhD., dalam kesempatan terpisah menjelaskan bahwa budidaya pertanian pada era 4.0 ditandai dengan pemanfaatan data yang komprehensif dan akurat, kreativitas dan dilengkapi dengan analisis risiko dan peluang.

Talk show dipandu oleh moderator Azizah Hanum, dengan nara sumber antara lain Prof.bDr. Ir. Muhammad Syakir, M.Si. (KETUM PERAGI), Prof. Dr. Ir. Agus Purwito, M.Agr.Sc. (Wakil Rektor IPB), Prof. Dr. Ir. Antonius Suwanto, MSc. (Guru Besar FMIPA IPB), Iriana Ekasari, SP. (pendiri Tea Sila House), dan Sandi Okta Susila, SP., MM. (petani milenial). Peserta seminar sangat antusias menyampaikan hasil penelitian dan kajiannya. Seminar dibagi ke dalam beberapa sesi presentasi oral paralel di beberapa unit kerja (UK) Balitbangtan Kementan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *