Berkoordinasi untuk Penajaman Prioritas Riset Nasional (PRN) Bidang Pangan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – Hasil riset dan inovasi dari berbagai lembaga riset di Indonesia dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pangan nasional. Lembaga riset di Indonesia tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, Perguruan Tinggi dan swasta. Oleh sebab itu untuk menghindari riset yang tumpang tindih antar kementerian/lembaga dan swasta dalam pencapaian hasil riset agar lebih efisien untuk menjawab kebutuhan nasional, dan meningkatkan ekspor dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, Kemenristek Dikti menyelenggarakan pra Rakornas dengan melibatkan beberapa K/L, perguruan tinggi, dan swasta terkait di Depok (25/7/19). Puslitbang Perkebunan bersama dengan beberapa Pusat Penelitian lain di bawah Balitbangtan dan Balai Besar serta beberapa esselon 3 hadir dalam rapat koordinasi sebagai persiapan rapat koordinasi nasional bidang pangan Tahun 2019. Rakor direncanakan akan dilaksanakan di Denpasar pada Tgl 26 Agustus 2019.

Prakoso, Sekertaris Ditjen Penguatan Risbang dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan amanah Perpres No. 38 tahun 2018 pasal 11 ayat 2 tentang Rapat koordinasi Nasional Bidang Riset dan Permenristekdikti No. 40 tahun 2018 pasal 7 tentang Pemantauan dan Evaluasi Prioritas Riset Nasional 2017-2019. Anggaran dan infografis PRN 2020-2024 disampaikan oleh perwakilan dari Direktur Pendidikan Tinggi, iptek dan kebudayaan Bappenas.

Hadir mewakili PUSLITBANGBUN, Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Dr. Wiratno, Kepala Bidang KSPHP Puslitbangbun, Ir. Jelfina C. Alouw, MSc, PhD, Ketua KELTI Analisis Kebijakan Puslitbangbun, Dr. Ir. I. Ketut Ardana, MSi, dan beberapa staf peneliti. Komoditas perkebunan yang menjadi Prioritas riset nasional adalah sawit. Topik risetnya menyangkut teknologi perbenihan modern kelapa sawit mendukung peremajaan dan peningkatan nilai tambah sawit rakyat. Koordinator riset sawit adalah Balitbangtan, KEMENTAN, didukung oleh Riset Perkebunan Nasional (RPN), swasta, Kemeterian Perindustrian, PEMDA, Perguruan tinggi dan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Kegiatan penelitian yang diusulkan meliputi varietas unggul sawit yang cepat berproduksi, lambat meninggi, produksi dan kadar minyak tinggi, teknologi budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, pengendalian hama dan penyakit, pengolahan CPO dan PKO dengan pabrik mini ditingkat petani, Kegiatan selanjutnya adalah koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk mengetahui kegiatan riset, memastikan bahwa setiap satker yang terlibat sudah mengalokasikan anggaran dan kegiatannya tidak tumpang tindih. (JCA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *