Berkoordinasi Memperlancar HPS 2019 di Sultra

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – World Food Day atau Hari Pangan Sedunia (HPS) diperingati setiap tanggal 16 Oktober oleh negara-negara di dunia yang memiliki komitmen tinggi untuk meniadakan kelaparan dari kehidupan manusia. Indonesia menggelar HPS setiap tahun. Pada Tahun 2019, melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, HPS akan dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara dengan mengangkat tema global “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

HPS yang rencananya dilaksanakan pada Tgl 9 s/d 12 Oktober, ditunda pelaksanaannya pada Tgl 2 s/d 5 November 2019. Kegiatannya antara lain : 1) Seminar Nasional dan side event promosi pangan lokal di hotel Claron tanggal 1 November 2019, 2) Gelar Teknologi (Geltek) dan panen raya di Kebun Kakao Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, dan 3) Pameran di lokasi religi Kota Kendari.

HPS rencananya akan dibuka oleh Bpk. Presiden RI dan dihadiri oleh duta besar dari 100 negara yang ada di Indonesia, para pejabat tinggi pusat dan daerah serta 10.000 pengunjung.

Koordinasi kegiatan antara panitia pusat dan daerah dilaksanakan pada Kamis 12 September 2019 di Resto Fajar Kendari. Rapat dipimpin oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Sekda, Drs. Laode Mustari, M.Si, dan dihadiri oleh para bupati, walikota dan dinas-dinas terkait. Perwakilan dari eselon 1, pejabat eselon 2, 3 dan eselon 4 di lingkungan Kementerian Pertanian, termasuk Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) yang diwakili oleh Kabid KSPHP, Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc, Ph.D. hadir juga pada rapat pleno untuk pemantapan kegiatan.

Kepala BBP2TP, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, MSi mewakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan melaporkan kesiapan Balitbangtan dalam kegiatan Geltek. Gelar teknologi antara lain dengan memaksimalkan produksi kakao pada perkebunan kakao rakyat di luar musim panennya dengan menerapkan teknologi dan inovasi hasil Balitbangtan. Pola tanam melalui sistem tumpang sari dengan varietas tanaman pangan toleran naungan yang sebelumnya dipandang kurang sesuai dan tidak memberikan hasil optimal, kini dengan inovasi Balitbangtan pandangan tersebut bisa ditepis. Teknologi ini perlu didiseminasikan kepada masyarakat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kabid KSPHP Puslibangbun (Ir. Jelfina C. Alouw, M.Sc. Ph.D.) yang didampingi Kasubid PHP (Sudarsono, SE.) dan Peneliti kakao Balittri (Dr. Ir. Bariot Hafif, M.Sc.) melaksanakan rapat terbatas dengan Kepala Balai Besar Pasca Panen (Dr. Prayudi Syamsuri) didampingi Kabid KSPHP (Dr. Evi Savitri Iriani) beserta penanggung jawab lapangan mendiskusikan desain tempat pengolahan kakao di lokasi Geltek untuk menarik minat pengunjung serta bagian diseminasi dan edukasi bagi masyarakat umum, petani maupun pelaku usaha.

Kepala Puslitbangbun Ir. Syafaruddin, Ph.D. dalam kesempatan terpisah mengharapkan Geltek dan kegiatan lain yang akan digelar kiranya dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan produksi dan produktivitas kakao serta peningkatan taraf hidup rakyat melalui peningkatan pemahaman pengolahan kakao dan optimalisasi pemanfaatan lahan diantara kakao.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *