Balittri Serahkan 50.000 Benih Kakao di Gunung Kidul

Artikel Kakao Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Kabupaten Gunung Kidul merupakan salah satu kabupaten yang memiliki areal pertanaman kakao seluas 1409 Ha, dan 53 Ha diantaranya adalah pertanaman kakao tua yang perlu di remajakan. Dengan luas areal pertanaman kakao tersebut, petani di Kabupaten Gunung Kidul juga telah menghasilkan berbagai produk olahan dari kakao seperti permen cokelat yang diberi merk dagang cokelat Gunkid, beras cokelat/nib cokelat aneka rasa untuk alternatif makanan ringan, dodol cokelat hingga sabun dari lemak cokelat.

Beragamnya variasi produk olahan kakao ini menjadikan Kabupaten Gunung Kidul salah satu wilayah yang sangat berpotensi untuk pengembangan kakao yang lebih terintegrasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan melalui kegiatan Akselerasi Penyediaan Benih Kakao Unggul memfasilitasi hal tersebut dengan menyerahkan 50.000 bibit kakao hibrida F1 lindak.

Penyerahan benih kakao ini dilakukan secara simbolis oleh Peneliti Ahli Utama, Dibyo Pranowo mewakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan  Perkebunan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto pada Kamis, 6 Desember 2018 di Unit Benih Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul. Estafet penyerahan secara simbolik juga langsung dilakukan Wisnu Broto kepada lima perwakilan kelompok tani yang hadir dari 9 kecamatan diantara 43 orang total peserta yang ikut dalam acara ini.

Dalam kesempatan diskusi, Wisnu mengatakan sebenarnya kebutuhan benih kakao tidak hanya 50.000 bibit, mengingat masih banyak lahan yang tersedia dan petani yang siap menggarap sejumlah lahan. Gayung pun bersambut baik, Puslitbang Perkebunan melalui satker dibawahnya, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) siap menyediakan sejumlah benih yang dibutuhkan pihak Kabupaten Gunung Kidul yang telah dipersiapkan di Kebun Benih Balittri di Parungkuda – Sukabumi Jawa Barat. Pendistribusian akan segera dilakukan setelah surat resmi permintaan dilayangkan. Selain benih kakao, mereka juga memohon bantuan benih lada yang juga langsung dipenuhi oleh pihak Puslitbang Perkebunan.

Kedua belah pihak sangat mengharapkan jalinan kerjasama yang sudah dimulai ini dapat dibina lebih luas sehingga kedua belah pihak dapat merasakan timbal balik dari kegiatan ini. Di masa mendatang, tidak hanya penyerahan benih, pelatihan dalam bentuk bimbingan teknis di lapangan dan diseminasi/sosialisasi sejumlah inovasi dan teknologi hasil penelitian Balitbangtan terkini, juga direncanakan membangun kebun induk kakao di kawasan ini.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *