Balittri Mensosialisasikan Teknologi Budidaya Kopi Arabika Sesuai GAP Kepada Petani di Cupunagara, Subang

Aktifitas Puslitbangbun

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Badan Litbang Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Jawa Barat, melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis/sosialisasi teknologi budidaya kopi Arabika sesuai GAP kepada 20 orang petani di kampung Bukanagara, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat (17/4/18). Bimtek dengan nara sumber Ir.Handi Supriadi menyajikan materi tentang pemeliharaan kopi arabika secara intensif, mulai dari pengendalian gulma, pemangkasan, pemupukan dan konservasi lahan.

Sebagai informasi bahwa tanaman kopi Arabika di Cupunagara mulai ditanam petani pada tahun 2014, dan saat ini luasnya mencapai 120 ha. Umumnya petani di Cupunagara belum mengenal/menerapkan teknologi budidaya kopi Arabika sesuai GAP, sehingga petani di daerah tersebut sangat antusias mengikuti bimtek.

Pengolahan kopi di Cupunagara  dilakukan dengan cara full wash, honey dan natural.  Kopi beras (green bean) untuk ketiga cara pengolahan tersebut dijual dengan harga masing-masing Rp. 70.000; 85.000 dan 100.000. Walaupun baru di panen dua kali, kopi Arabika asal Cupunagara mempunyai citarasa yang khas sehingga disukai oleh konsumen dalam maupun luar negeri (Jepang dan Korea). Kopi Arabika asal Cupunagara tergolong baik namun dari segi produktivitas masih perlu ditingkatkan.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *