Balittas Jalin Kerjasama Pendampingan Benih Abaka

Berita Perkebunan Highlight Serat

AKTIVITAS PERKEBUNAN – Balitbangtan melalui UPT Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang menjalin kerjasama pengembangan komoditas abaka dengan pihak swasta. Kali ini Balittas bekerjasama dengan PT. Retota Sakti dalam Pendampingan Benih Abaka melalui kultur jaringan.

Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan di ruang diskusi Boehmeria, Balittas Malang pada hari Senin (16/10/2017) antara Kepala Balittas Ir. Emy Sulistyowati, M.Ag., Ph.D., dengan Direktur Utama PT. Retota Sakti, Saryanto Sarbini. Ikut menyaksikan Ketua Program Serat Prof. Nurindah, Peneliti Senior: Dr. Ir. Rully Dyah Purwati, M.Phil, Kasi Jaslit Dra. Esti Sunaryuni dan Koordinator Kerjasama : Supriyadi, SP. serta 5 orang staf dari PT. Retota Sakti.

Kepala Balittas dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kunjungan PT. Retota Sakti untuk melakukan kerjasama pengembangan komoditas abaka, karena komoditas tersebut merupakan salah satu komoditas mandat Balittas. Tanaman abaka mempunyai serat tinggi yang selama ini sudah dimanfaatkan dan diserap oleh PT. Retota Sakti sebagai bahan baku kerajinan yang bernilai tinggi seperti, bahan kertas, volcaver, karpet, tirai dan lain-lain. Balittas sangat mendukung kegiatan ini dan berkomitmen untuk membantu baik dalam penyediaan benih, teknologi dan produk hilir dan merupakan bagian dari kegiatan PUI (Pusat Unggulan Iptek) Serat.

Sementara Dirut PT. Retota Sakti dalam sambutannya menyampaikan bahwa abaka di Indonesia mempunyai nilai serat yang baik, tidak kalah dengan negara lain seperti Filipina. Indonesia merupakan negara yang besar dibandingkan dengan negara Filipina, sehingga diharapkan mampu bersaing dan menduduki posisi penting dalam penyediaan kebutuhan serat alam dunia. Selama ini PT. Rtota Sakti bermitra dengan perusahaan serat Amerika yang masih mebutuhkan serat abaka dalam jumlah yang banyak, sehingga pasar serat alam Indonesia mempunyai peluang yang besar. Acara dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *