Balitbangtan Siapkan Inovasi Teknologi untuk Kembangkan Kopi Kerinci

Artikel Kopi Berita Perkebunan Highlight

BERITA PERKEBUNAN – Komoditas kopi tidak akan ada matinya karena pasar manca negara selalu terbuka lebar. Untuk itu, pengembangan tanaman kopi, khususnya jenis Arabika, perlu terus didorong. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian diharapkan dapat memberikan sumbangsih inovasi teknologi sekaligus tenaga ahli untuk  membantu mengembangkan tanaman kopi Arabika di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Hal tersebut dinyatakan oleh Prof. Dr. H. Rizal Djalil (Anggota IV BPK RI) dalam kesempatan diskusi ringan dengan Tim Balitbangtan yang mendampingi dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jambi (26-28 Oktober 2017). Tim dari Balitbangtan antara lain Dr. Fadjry Djufry (Kepala Puslitbang Perkebunan), Ir. Syafaruddin, Ph.D. (Kepala Balittri), dan Dani, M.Sc. (Peneliti Pemulia Kopi, Balittri).

Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. Fadjry Djufry menyatakan Balitbangtan siap utk menyediakan inovasi teknologi yang diperlukan untuk pengembangan kopi di Kerinci. Inovasi teknologi dalam bentuk benih unggul berkualitas dan bersertifikat, serta pupuk hayati untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman kopi.

Lebih lanjut dalam diskusi dikatakan bahwa wilayah dataran tinggi, khususnya di Kabupaten Kerinci, Jambi sangat potensial untuk pengembangan kopi Arabika berkualitas tinggi. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan kopi Arabika Kerinci meraih juara satu dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-9. Prestasi tersebut tidak lepas dari peran generasi muda penggiat kopi di Kabupaten Kerinci yang memiliki semangat tinggi untuk mengolah dan menyajikan kopi terbaik. Biji kopi yang dipetik dari dari dataran tinggi Pegunungan Kerinci menghasilkan karakter citarasa yang kompleks sehingga mendapatkan skor tertinggi.

Pada kesempatan diskusi ringan antara tim Puslitbang Perkebunan bersama generasi muda penggiat kopi di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci membahas mengenai varietas unggul serta pengolahan pasca panen yang diterapkan. Kepala Balittri, Ir. Syafaruddin, Ph.D., menyarankan untuk mengeksplorasi varietas lokal kopi Arabika yang sudah dikembangkan sejak jaman kolonial Belanda. Bukan tidak mungkin varietas lokal tersebut menghasilkan biji kopi dengan mutu citarasa yang lebih mantap, sehingga berpotensi dilepas sebagai varietas unggul baru.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *