“Automatic Detention” Ekspor Biji Kakao

Berita Perkebunan

WARTA PERKEBUNAN – Indonesia merupakan negara pengekspor biji kakao sebesar 750 ribu ton per tahun, urutan kedua terbesar setelah Pantai Gading 1,3 juta ton. Permintaan biji kakao dari Indonesia sangat tinggi karena karakter kimia dari coklat yang dihasilka dari biji kakao Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki produk kakao dari negara lain yaitu tidak mudah meleleh dan memiliki cita rasa coklat yang kuat, sehingga sangat dibutuhkan oleh industri coklat baik di Amerika Serikat maupun Eropa, sebagai pencapur.

 

Yang diharapkan adalah ekspor biji kakao Indonesia dapat diterima oleh pasar tanpa adanya hambatan. Kenyataan yang dihadapi adalah ekspor biji kakao Indonesia ke Amerika Serikat pada saat ini menghadapi penolakan otomatis dari Amerika Serikat akibat mutu yang dipersyaratkan FDA tidak dapat dipenuhi. Oleh karena itu biji kakao dari Indonesia harus mendapatkan preconditioning agar dapat masuk ke Amerika Serikat.

Selengkanya klik disini…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *