Asap Cair Tembakau sebagai Pestisida Nabati

Artikel Tembakau Berita Perkebunan

BERITA PERKEBUNAN – Dampak negatif dari penggunaan insektisida kimia berpotensi menimbulkan terjadinya resistensi hama, resurgensi, keracunan pada manusia, dan pencemaran terhadap lingkungan. Dengan adanya dampak negatif yang ditimbulkan insektisida kimia, maka terbuka peluang untuk mengembangkan alternatif pengendalian hama yang ramah terhadap lingkungan.

Salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan adalah pengendalian hama menggunakan pestisida botani. Saat ini peneliti Balitbangtan Heri Prabowo, MSc dan Prof. Subiyakto (Balittas Malang) sedang mengembangkan pembuatan pestisida nabati terutama yang berasal dari asap cair tembakau.

Pestisida nabati asap cair tembakau dibuat dari proses pirolisis yang merupakan proses pembakaran suhu tinggi dengan mengubah material tembakau menjadi bahan asap cair. Dari proses pirolisis bahan baku sebanyak 1 kilogram tembakau dan akan diperoleh sebanyak 30mL asap cair tembakau. Asap cair inilah yang nantinya digunakan sebagai bahan baku pestisida nabati untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan.

Peran asap cair sebagai insektisida terlihat dari kandungan kimianya melalui analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Asap cair hasil pirolisis tembakau pada berbagai variasi suhu pirolisis mengandung senyawa yang berpotensi dapat digunakan sebagai insektisida terutama dari golongan senyawa kimia keton, furfural, dan alkohol.

Asap cair ini efektif untuk membunuh hama dengan dosis anjuran dan aplikasinya tidak menyebabkan ledakan hama serta tidak menyebabkan fitotoksisitas tanaman. Teknologi ini juga sudah di usulkan paten dengan nomor usulan paten s00201608756.

Diharapkan ke depan asap cair tembakau ini dapat menjadi salah satu produk unggulan Balitbangtan untuk dapat diterapkan di kalangan petani untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan.

Sumber: Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *