Aren untuk Pangan dan Alternatif Terbarukan

Aktifitas Puslitbangbun

KUTIM, PERKEBUNAN – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai penelitian Palma, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur, telah menyelenggarakan Seminar Nasional Aren pada tanggal 26 – 27 September 2012 di Hotel Novotel Balikpapan.  Seminar yang mengusung tema “Aren untuk pangan dan alternatif terbarukan” tersebut digelar bertujuan untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan serta meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait dan pemerintah daerah.Seminar diikuti oleh 257 orang peserta, meliputi peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, LIPI, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kehutanan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perekonomian, Badan ESDM, para pakar dari Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, GAPMMI, Pemerhati Aren, Masyarakat Peduli Pangan, Kelompok Tani Aren, Media Masa, pemuka masyarakat, pengusaha swasta dan industri terkait, serta praktisi dan pengguna lainnya yang terkait dengan produk aren. Seminar ini menyajikan 1 makalah kunci, 4 makalah utama yang diplenokan, makalah presentasi, dan makalah poster, juga ditampilkan stand pameran yang terkait dengan produk aren, berasal dari birokrat, peneliti dan praktisi.

Seminar diawali dengan Penandatangan 4 buah kontrak Kerjasama Badan Litbang Pertanian dengan: (1) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur untuk pengembangan aren Genjah Kutim; (2) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau untuk pelepasan Sagu Meranti dan penetapan sumber benih Kelapa dan Pinang, (3) Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua untuk Pembangunan Kebun Induk Kelapa Dalam Mapanget, dan (4) Dinas Provinsi Sulawesi Tengah untuk Pelepasan Kelapa Dalam Buol. Pada kesempatan penandatangan tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti menjelaskan tentang Kerjasama antara Badan Litbang Pertanian dengan Kabupaten Kepulauan Meranti di bidang Perkebunan. Selain itu telah dilakukan Launching Aren Genjah Kutim dan penyerahan bantuan benih Aren Genjah Kutim kepada beberapa Dinas Perkebunan yang mengembangkan aren.

Penandatanganan kontrak kerja sama

 

Seminar Nasional Aren dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Pusat penelitian dan Pengembangan Perkebunan.  Dalam pengarahan beliau mengharapkan agar forum Seminar Nasional Aren ini dapat:

  1. Merumuskan berbagai konsep untuk menjadi pedoman bersama dalam rangka implementasi akselerasi teknologi agribisnis aren nasional.
  2. Membuka wawasan baru bagi para investor untuk berinvestasi pada agribisnis berbasis tanaman aren.
  3. Menjadi sumber inspirasi bagi para peneliti/ ilmuwan untuk mencari solusi bagi permasalahan dan tantangan dalam pengembangan potensi tanaman aren sebagai sumber pangan dan energi.
  4. Menjadi momentum bagi semua pihak untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kesejahteraan petani aren.

Kepala Puslitbang Perkebunan, Dr. Muhammad Syakir, mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian sedang memberikan arahan dan pembukaan Seminar Nasional Aren

Gubenur Provinsi Kalimantan Timur dalam Sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kementerian Pertanian yang telah memilih Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi penyelenggaraan Seminar Nasional Aren ini. Bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di beberapa Kabupaten seperti Kutai Timur, tanaman aren memegang peranan penting bagi perekonomian, dan kehidupan masyarakat.

Mengacu pada tema dan tujuan diselenggarakannya Seminar Nasional Aren ini, sambutan Kepala Badan Litbang Pertanian, sambutan Bupati Kutai Timur, makalah kunci dari Kepala Badan Litbang Pertanian, makalah utama, makalah kelompok, dan hasil diskusi selama seminar, maka dirumuskan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemanfaatan tanaman aren sudah berlangsung lama, tetapi lambat berkembang menjadi komoditas agribisnis, tumbuh secara alami, dan sebagian kecil saja yang mulai dibudidayakan. Perhatian dan upaya yang lebih serius perlu dilakukan oleh berbagai pihak terkait, pemerintah, swasta, dan petani aren secara terintegrasi agar memberi manfaat yang optimal bagi masyarakat aren dan dalam pengembangannya.
  2. Peluang pengembangan industri aren ke depan sangat besar dilihat dari daerah penyebaran tanaman aren yang sangat luas, bahan baku yang dapat diolah menjadi berbagai aneka produk bernilai ekonomi, memiliki nilai komparatif, teknologi yang dibutuhkan mulai varietas unggul, budidaya, pasca panen, pengolahan dan prosesing hasil mudah diterapkan petani dan membuka lapangan kerja baru. Strategi pengembangan ke depan difokuskan pada industri aren untuk ketahanan pangan dan energi terbarukan.
  3. Pangan merupakan kebutuhan dasar dan sangat strategis dalam kehidupan berbangsa. Pengembangan diversifikasi produk aren dapat mendukung swasembada gula melalui substitusi terhadap kebutuhan gula nasional. Berbagai produk pangan dapat dihasilkan dari pengolahan nira, buah dan tepung aren.Selanjutnya bahan-bahan baku tersebut diolah menjadi gula cetak, gula semut, gula kristal, minuman anggur aren (palm wine), kolang-kaling, aren mutiara, sohun, dan aneka macam kue serta edible film. Membangun ketahanan Pangan dan Gizi dibutuhkan kolaborasi antara Pengusaha, Akademisi dan Pemerintah dalam memanfaatkan Teknologi untuk membangun Daya Saing
  4. Aren memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber alternative energy terbarukan, yaitu bioetanol. Proses pengolahan nira aren menjadi bioetanol telah tersedia teknologinya. Untuk mewujudkan industri bioetanol berbahan baku nira aren, maka pengembangan tanaman aren mutlak dilakukan dengan menggunakan varietas unggul, seleksi bibit yang baik, pembangunan kebun induk, teknologi budidaya yang terpadu, sampai pada pasca panen, pengolahan dan prosesing hasil, serta pemasaran. Seperti halnya bahan bakar nabati (BBN) lainnya, dedicated area dinilai dapat menjadi pengungkit dan naiknya daya saing tanaman BBN.
  5. Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur telah memprogramkan pengembangan aren ke arah Agribisnis skala menegah-besar, dengan melibatkan berbagai stakeholders terkait, termasuk kelompok tani aren sebagai penyedia bahan baku industri. Untuk pengembangan aren dibutuhkan benih dalam jumlah yang banyak, dan penyebaran benih aren diperlukan payung hukum.
  6. Dalam bidang penelitian dan pengembangan perlu dikonservasi plasma nutfah aren, pembangunan kebun induk dan perakitan serta pelepasan aren unggul, perbanyakan aren melalui kultur jaringan, penyempurnaan teknologi budidaya dan teknologi bioetanol serta meningkatkan keanekaragaman produk dari tanaman aren.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A                                                                                                              B

(A). Dr. Muhammad Syakir (kepala Puslitbang Perkebunan) mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian sedang meyampaikan Keynote speech, dan (B) penyampaian makalah utama.

Para peserta seminar pada hari kedua melakukan kunjungan lapangan ke Kecamatan Samboja untuk melihat pertanaman Aren Genjah Kutim, demo tentang penyedapan dan pengolahan nira, serta diskusi. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *