Desy Ratnasari Memotivasi Petani Sukabumi untuk Menerapkan Teknologi Balitbangtan

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

AKTIVITAS PUSLITBANGBUN – “Keberhasilan tidak akan diraih tanpa kerja keras”, demikian motivasi dari Hj. Desy Ratnasari, MSi, MPsi kepada lebih dari 100 petani kelapa di Islamic Center Sukabumi saat membuka acara Bimbingan Teknis “Optimalisasi Pemanfaatan Hasil Samping Pengolahan VCO untuk Produk Bernilai Ekonomi” pada Rabu, 7 Agustus 2019.  Anggota DPR-RI komisi VIII ini terus mendorong petani Sukabumi agar bisa menjadi model bagi daerah lain dalam hal peningkatan kesejahteraan melalui pemanfaatan semua komponen kelapa termasuk limbah hasil pengolahan VCO yang tersedia melimpah di Sukabumi untuk menghasilkan produk-produk yang bernilai tambah tinggi.  Selanjutnya disampaikan bahwa peningkatan produksi kelapa yang diikuti dengan pengeloaan pasca panen untuk menghasilkan berbagai produk berkualitas, bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi di pasar global dapat mendorong munculnya industri-industri pengolahan produk kelapa skala rumah tangga.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (PUSLITBANGBUN), Ir. Syafaruddin, PhD, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan Desy Ratnasari, dalam pemanfaatan teknologi dan inovasi Balitbangtan khususnya pengolahan produk kelapa untuk peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat di Sukabumi pada saat ini, bahkan untuk masyarakat Indonesia.  Syafaruddin memperkenalkan tugas fungsi Puslitbangbun dan selanjutnya menghimbau agar Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan Varietas Kelapa Dalam Sawarna asal Desa Sawarna, Kec. Lebak, Jabar, yang sudah dilepas pada tahun 2008 dengan potensi yang tinggi yakni mencapai 3,5 ton kopra/ha/tahun dibandingkan dengan produktivitas rata-rata nasional yang hanya 1,1 ton kopra/ha/tahun. Evaluasi stabilitas hasil serta pembangunan kebun induk sumber benih perlu dilakukan, demikian katanya menutup sambutannya.

Kabid KSPHP Puslitbangbun, Ir. Jelfina C. Alouw., MSc, PhD sebagai salah satu nara sumber pada kegiatan BIMTEK menyampaikan munculnya industri kecil rumah tangga dalam pengolahan produk kelapa dan produk samping hasil pengolahan VCO berpeluang dalam peningkatan pendapatan petani, daya beli petani (NTP surplus), penyerapan tenaga kerja serta peningkatan ekspor, yang pada akhirnya bisa mendongkrak pendapatan domestik bruto (PDB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi bangsa.

Kelapa merupakan salah satu tanaman perkebunan yang sebagian besar (98%) kepemilikannya adalah rakyat kecil. Semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan sehingga tanaman kelapa disebut sebagai “the tree of life” /tanaman kehidupan, demikian kata Dr. Steivie Karouw disela-sela penyampaian tehnik pengolahan beberapa produk kelapa yang bisa diusahakan oleh petani dalam skala rumah tangga.

Dukungan Pemerintah dan peran aktif petani sangatlah diharapkan agar Sukabumi bisa menjadi model bagi daerah lain dalam pemanfaatan limbah pengolahan VCO untuk peningkatan kesejahteraan petani dan keluarganya, demikian kata Hj. Desy Ratnasari menutup kegiatan BIMTEK. (JCA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *