Alkohol dari Nira Aren Potensial Menjadi BBN Ramah Lingkungan

Artikel Palma Berita Perkebunan Highlight Inovasi Aren Inovasi Teknologi

BERITA PERKEBUNAN – Kebutuhan energi berupa bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil pada berbagai sektor seperti sektor transportasi, industri, pertanian dan rumah tangga semakin meningkat, sedangkan ketersediaan sumber BBM dalam negeri semakin terbatas. Bahan bakar nabati (BBN) untuk mensubstitusi minyak bumi yang ketersediaannya semakin terbatas perlu dihasilkan untuk menjamin keamanan dan ketersediaan energi nasional.

Pemenuhan kebutuhan energi mendorong pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden RI tentang kebijakan Energi Nasional No.5 Tahun 2006, yang antara lain menyatakan bahwa penyediaan biofuel pada tahun 2025 minimal 5% dari kebutuhan energi nasional untuk menjamin keamanan pasokan energi dalam negeri.

Instruksi Presiden No.1 tahun 2006 menegaskan tanggung jawab Kementerian Pertanian untuk: (1) mendorong penyediaan tanaman bahan bakar nabati (biofuel), (2) melakukan penyuluhan pengembangan tanaman bahan bakar nabati, (3) memfasilitasi penyediaan benih dan bibit tanaman bahan bakar nabati, dan (4) mengintegrasikan kegiatan pengembangan dan kegiatan pascapanen tanaman bahan baku bahan bakar nabati.

Indonesia sangat kaya akan tanaman yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar nabati, diantaranya adalah aren. Propinsi Sulawesi Utara merupakan salah satu daerah sentra produksi aren yang telah lama memanfaatkan aren sebagai sumber pendapatan keluarga. Sebagai tanaman konservasi, umumnya tanaman aren tumbuh alami di lahan perbukitan, dan lahan miring. Hanya sebagian kecil yang dibudidayakan. Produk utama yang dihasilkan berupa etanol berkadar 30-45% yang lebih dikenal dengan sebutan captikus.

Petani aren di Kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara telah mengolah etanol dari nira aren secara turun menurun, akan tetapi pengolahan tersebut dilakukan secara tradisional pada skala rumah tangga. Cap tikus sering dicap sebagai sumber keonaran. Oleh sebab itu peredarannya dilarang.

Peluang mengolah cap tikus menjadi alkohol anhidrat sebagai sumber bahan bakar kendaraan sangat terbuka. Program ini diharapkan dapat mengurangi dampak buruk cap tikus bagi para pecandunya serta menghidupkan lagi sumber pendapatan petani pengolah cap tikus serta menyiapkan BBN ramah lingkungan.

Peluang untuk mendayagunakan tanaman aren secara optimal sebagai sumber bahan bakar nabati terbuka lebar karena tanaman aren bukan merupakan bahan pangan pokok sehingga kekhawatiran persaingan dalam pemanfaatannya untuk bahan pangan tidak akan terjadi. Pendayagunaan yang dilakukan tersebut dapat mendorong peningkatan pendapatan petani dan nilai tambah komoditas aren.
Keuntungan dari penggunaan bioetanol adalah memiliki nilai oktan yang lebih tinggi dari bensin, dapat digunakan dalam bentuk murni dan campuran dengan bensin, mudah terurai dalam air, emisi gas buang yang ramah lingkungan dan terbukti hemat serta efisien dalam proses pembakarannya.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) bersama dengan Balit Palma telah melakukan survey di wilayah-wilayah dengan populasi aren terbesar dan wawancara dengan petani/kelompok tani pemilik dan pengolah aren di Kodya Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Minahasa Tenggara (MITRA) serta berdiskusi tentang pengembangan tanaman aren sebagai sumber BBN untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun nasional. (Patrik Pasang; Jelfina Alouw).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *