Akhirnya, Indonesia Terpilih sebagai Executive Director International Coconut Community (ICC)

Aktifitas Puslitbangbun Highlight

PHILIPPINES, PERKEBUNAN – Sejak International Coconut Community (ICC) berdiri 50 tahun yang lalu, baru kali ini perwakilan dari Indonesia terpilih sebagai Executive Director. Ir. Jelfina Constansje Alouw, MSc., Ph.D., Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai kandidat mewakili Indonesia dalam pemilihan jajaran tertinggi dalam komunitas kelapa dunia. Jelfina secara resmi terpilih pada The 55th ICC Session, Ministerial Meeting, peringatan 50 tahun ICC, dan launching APPC menjadi ICC yang berlangsung di Philippines International Convention Center (PICC), Philippines (28/8/2019).

Sepak terjang Jelfina dalam dunia riset kelapa sudah tidak diragukan lagi. Sejak bergabung di Balitbangtan pada tahun 1992, Jelfina telah menghasilkan sejumlah teknologi pengendalian hama dan penyakit kelapa dan telah dimanfaatkan oleh beberapa negara produsen kelapa di Asia Pacific. Selain itu, kiprahnya dalam forum Internasional juga tidak diragukan lagi. Pernah menjadi koordinator program di Indonesia dalam project “Development of Integrated Coconut Pest Management Strategies for the Control of Oryctes rhinoceros” pada tahun 2006-2007. Project ini disponsori oleh CFC/APCC/FAO dan berkolaborasi dengan beberapa negara penghasil kelapa antara lain Filipina, India dan Sri Lanka. Dan juga ikut andil dalam pembentukan “Farmer Field School” dalam pengembangan kelapa dengan fokus utama pada pengendalian hama CRB di Sulawesi Utara.

Tidak hanya itu, wanita Minahasa yang menyelesaikan program doktor di University of Nebraska Lincoln-USA, juga pernah menjadi pembicara dalam beberapa pertemuan Internasional. Sebut saja The 47th APCC COCOTECH Conference tahun 2016 di Bali dan the 48th APCC COCOTECH Conference tahun 2018 di Bangkok. Keterlibatannya dalam dua kegiatan ini menjadi inisiasi kerjasama teknis antara Indonesia dan negara-negara lain penghasil kelapa di Asia Pasifik. Tindak lanjut dari kerjasama tersebut menjadikan Jelfina dipercaya untuk menjadi Technical Assistance dalam pengendalian hama CRB di Fiji pada tahun 2017. Kegiatan ini merupakan buah dari kerjasama pemerintah Fiji melalui kedutaan Fiji di Jakarta, dengan Kementerian Pertanian Fiji dan International Coconut Community (ICC). Pada tahun 2018, Jelfina diundang oleh Kementerian Pertanian dan Perikanan Samoa bekerjasama dengan ICC dan The Pacific Community (SPC), untuk memberikan pelatihan pengendalian hama CRB kepada staf peneliti, teknisi dan petugas lapang serta industri kelapa di negara tersebut.

Dengan segudang prestasi yang dimilikinya, sudah sepatutnya perwakilan Indonesia ini mendapat kepercayaan yang besar. Segenap pimpinan dan karyawan Puslitbangbun mengucapkan “Selamat buat Ir. Jelfina Constansje Alouw, M.Sc., Ph.D., atas terpilihnya sebagai Executive Director International Coconut Community (ICC) periode 2020-2023”. Semoga sukses mengukir sejarah baru perkelapaan Indonesia dan Dunia serta amanah dalam menjalankan tugasnya. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Menlu Ibu Retno Marsudi, Memperindag Bapak Enggartiasto Lukita, Dubes RI di Manila, Bapak Sinyo Harry Sarundajang dan para Diplomat serta semua pihak dan jajaran di tanah air dan di berbagai negara yang telah bekerja keras demi terpilihnya Jelfina, SDM unggul yang kita banggakan. (Bursa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *